Jokowi: “Sepeda dan Warteg”



Hampir setiap kesempatan ketika ada kunjungan Presiden Jokowi, beliau sering berdialog dengan warga dan dalam dialog itu sering beliau mengajukan pertanyaan kepada peserta yang hadir. Apabila peserta menjawab pertanyaannya benar maka dikasih hadiah berupa sepeda. Hal serupa juga dilakukan oleh Ibu Iriana, saat melakukan kunjungan ke Riau. Pada kesempatan itu Ibu Negara mengajukan pertanyaan ke salah satu peserta yang hadir dan bila dijawab benar maka dikasih hadiah berupa sepeda. Mengapa sepeda dipilih oleh Jokowi dan Ibu Iriana sebagai hadiah untuk para pemenang? Mungkin Presiden Jokowi memiliki alasan tersendiri dalam memberikan sepeda sebagai hadiah.

Aksi Presiden Jokowi dalam memberikan hadiah, sepertinya mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari masyarakat. Untuk masyarakat kelas bawah, aksi Presiden Jokowi dalam memberikan sepeda mendapatkan respon positif, sementara di kalangan anggota DPR RI, seperti Fahri Hamzah, memandangnya secara sinis. Bahkan beberapa waktu lalu, foto profil pada twitter Fahri Hamzah, dipasang foto dirinya bersama sepeda. Melihat foto dan sepeda anggota dewan ini, lebih menampilkan sisi lain, yakni memandang sinis apa yang dilakukan oleh Jokowi.

Terlepas dari pro dan kontra pada pemberian hadiah itu, masyarakat melihat sisi baik, yakni Presiden Jokowi memilih sepeda sebagai kendaraan “orang-orang kecil ” namun ramah lingkungan karena tidak mendatangkan polusi udara. Sepeda sebagai kendaraan orang-orang kecil membahasakan sebuah kedekatan yang hangat antara Presiden Jokowi dengan masyarakat kecil. Kedekatan Presiden Jokowi bisa terlihat sejak ia menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia. Kedekatannya dengan masyarakat kecil juga memperlihatkan sisi keberpihakkan kepada masyarakat.

Banyak hal yang bisa dilihat dari program keberpihakkan pada pemerintahan Jokowi dan JK. Pembangunan infrastruktur mulai jelas terasa sepanjang berjalannya pemerintahan ini. Masyarakat desa pun merasakan kucuran dana untuk desa secara langsung dari pemerintah pusat. Melihat perhatian yang begitu besar dari Presiden Jokowi dan simbol kendaraan orang-orang kecil berupa sepeda, membahasakan perhatian yang besar pada rakyat yang dipimpinnya. Memang, apa yang dilakukan oleh Jokowi, di mata para lawan politik, terkesan dibuat-buat sebagai pencitraan dirinya dan pemerintahan yang sedang dinahkodainya.

Namun masyarakat umum sudah melihat sepak terjang kehidupan Jokowi yang sederhana, jauh dari sentuhan kemewahan. Apa yang sering dilakukan oleh Jokowi, umumnya berseberangan dengan apa yang dilakukan oleh para presiden sebelumnya. Kalau presiden-presiden sebelumnya terlalu protokoler saat melakukan kunjungan, berbeda dengan Jokowi yang selalu ingin bertemu dengan rakyat kecil ketika melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Hidup sederhana yang ditampilkan oleh Jokowi, juga diperlihatkan pada saat makan ketika bersama beberapa menteri melakukan kunjungan ke daerah-daerah. Bukan restoran mewah yang menjadi sasarannya untuk menikmati makanan tetapi justeru Jokowi memilih “warteg” menjadi tempat untuk menikmati makanan.

Untuk memperlihatkan aksi makan di warteg, ketika Jokowi bersama beberapa menteri melakukan kunjungan di Maluku, Jokowi merekam sendiri aktivitas makan dan mengupload video itu ke youtube. Sebuah cara sederhana yang dilakukan oleh Jokowi tetapi menjadi menarik karena dengan memperlihatkan video saat makan di warteg, secara tidak langsung beliau sedang mengajarkan kepada masyarakat bahwa sebagai pemimpin berarti harus memperlihatkan gaya hidup yang sederhana dan tidak perlu mengumbar kemewahan. Gaya komunikasi Jokowi tidak hanya dilihat dari kata-katanya yang ditulis di twitter pribadi tetapi diperkuat dengan video yang diunggah. Dengan menampilkan video ke ruang publik juga menunjukkan bentuk transparansi dari kerja nyata Jokowi.

Memang, Jokowi adalah Presiden dengan pribadi yang sangat sederhana. Ia tidak tertarik dengan lingkaran korupsi para pejabat yang menggarong uang rakyat. Jokowi tidak hanya memperlihatkan kesederhanaan pada pemerintahannya tetapi juga menampilkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Ketika banyak orang lari dari dunia kesederhanaan dan mencari kemewahan, Jokowi menawarkan jalan lain, jalan sederhana dan bersih. Sepeda yang diberikan oleh Jokowi tidak hanya dilihat pada pemberian hadiah semata tetapi juga menunjukkan kesederhanaan dan penuh keramahan terhadap lingkungan. Bersepeda itu menyehatkan, karena itu berbahagialah mereka yang mendapatkan hadia sepeda dari Jokowi.

Sisi lain dari Jokowi adalah memperlihatkan kesederhanaan dengan makan di “warteg.” Warteg adalah warung untuk rakyat kecil, warung untuk ngobrol bersama saat makan. Ada hal baru atau gagasan baru bisa lahir dari warteg saat ngobrol bersama dan di warteg yang sama, Jokowi memadukan kesederhanaan dan kecanggihan teknologi dengan mem-video-kan aktivitas makan di warteg. Jokowi, Presiden Warteg, Presiden untuk mereka yang kecil.***

0 Response to "Jokowi: “Sepeda dan Warteg”"

Posting Komentar